Basmallah

Jangan lupa dalam melakukan sesuatu diawali dengan bismillah.

Tunaikan selagi mampu

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juni 2020

Mengenal Diri

Mengenal dan dikenal orang lain adalah hal yang sangat wajar sekali ketika kita menjadi makhluk yang suka sekali dengan bersosialisasi.
Ya, sejak dulu berinteraksi dengan orang yaitu dengan sewajarnya.
Sehingga segala sesuatu tidak segalanya dimasukkan ke hati dan pikiran. Yang tersisa hanya sebuah pikiran diri sendiri. Tidak tercampur aduk.
...
Tiba tiba menjadi berubah ketika sudah ada pikiran lain yang masuk. Segalanya menjadi lebih berwarna.
Yang harusnya lebih mudah, harus melewati jalan lebih panjang agar lebih berwarna. Dan itu Indah.
Yang harusnya tak perlu dipikirkan, merasa harus dipikirkan agar lebih berwarna. Dan itu Indah.
Yang harusnya tak perlu dirisaukan, menjadi perlu selalu berharap dan berdoa agar semuanya baik-baik saja karena kita sebagai manusia hanya bisa mengadu kepadaNya. Dan itu menjadi semakin Indah.
Dikala menjadi jiwa-jiwa yang sedang tersesat, merasa perlu menjadi sadar kembali dan saling mengingatkan untuk saling menjaga. Dan itu Indah.
Dikala menjadi jiwa-jiwa yang sedang menahan, menjadi perlu menambah kapasitas kesabaran agar selalu damai. Dan itu Indah.
Dikala menjadi jiwa-jiwa yang sedang ingin meluapkan segala emosi, merasa perlu diredam agar saling mengerti. Dan itu Indah.
Dikala menjadi jiwa-jiwa yang sedang membutuhkan kekuatan, yang diperlukan hanya menenangkan diri dan berserah kepadaNya.
...
Karena dengan mengenal dan dikenal orang lain, menjadi semakin mengenal diri dengan segala kesedihan dan kesenangan, kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan, yang terdapat pada jiwa yang selalu berharap menjadi orang yang mampu mengeluarkan cahaya minimal untuk dirinya sendiri ketika jiwanya masih dalam keadaan gelap gulita.

Sabtu, 26 November 2016

Hikmah keluar dari mager

Pagi hari, chat temen buat ngajakin ngaji Safinah. Eh, temenku belum bisa ikutan karena mau ngerjain tubes, ceunah. Oke lah. Tapi malah dia maksa buat aku ngikut kunjungan pengurus yang awalnya malas sekali.
Dia gak bisa, masih ada perempuan yang lainnya yang bisa. Hehehe.
Budaya ngaret masih mengakar sih, di poster mah jam 9.00, eh mulai malah jam 10.00. Mantap kali kan.
Jadi tadi bahas tentang tayamum dari sebab-sebab, syarat, yang membatalkan, fardhu tayamum.
Selesai ketika adzan dhuhur berkumandang.
Sekitar jam 13.00, saya bersama teman-teman yang lain menunggu di Bank Muamallat untuk ke rumahnya Pak Suwarno dan Bu Elin. Perjalanan cuku panjang dan terik matahari cukup membuat kami yang berada di dalam angkot merasa gerah dan terkantuk.
Sesampainya di sana, langsung disuguhin untuk makan siang. Wow, mantap kali. Ini lah yang ditunggu-tunggu sebagian orang. Hahaha, termasuk saya.Selesainya makan, dapat lah wejangan-wejangan lagi. Yang membuat, semangat menatap dunia kembali muncul di permukaan. Api yang disulutkan, mampu membuat jantung berdegup kencang.

Salah satunya :
-Seseorang perlu mempunyai karakter yang membuat orang lain nyaman dan diri sendiri menjalankannya tentu akan ikhlas.
*Seperti, menepati janji. Jika kita belum mampu untuk menepatinya, cukup bilang maaf dan berikan alasan mengapa begitu. Dan jangan pernah membuat janji yang membual dan yang nantinya tidak bisa untuk ditepati.
*Kalau kita memerlukan bantuan orang lain, maka ketika kita telah bertemu orang yang merupakan orang yang akan dimintain tolong berlaku lah hormat.Jangan bermain dengan gadget sendiri, sok penting ngobrol dan nge-chat tanpa memerdulikan tujuan bertemu tersebut. Sungguh tak sopan sama sekali.

-Untuk menyatukan qolbu salah satunya melakukan aktivitas bersama dan melakukan perjalanan minimal 3 hari. Dengan cara seperti itu dapat menguatkan persahabatan dan persaudaraan. Intinya harus berjalan bersama.
-Dalam salah satu pengajaran yang diajarkan oleh Pak Suwarno ke mahasiswanya adalah Kompetensi harus naik dari sebelumnya, bahasa asing, Self Confidence, networking yang jangka panjang, multi/close culture experience.

Ya begitu lah banyak hikmah hari ini. Alhamdulillah.
Pulangnya gak pake angkot, tapi bonceng sama Fathimah pake motor menyusuri hari yang semakin gelap.

Minggu, 06 November 2016

Kurang Syukur

Galau?
Resah? 
Gelisah?
Sering banget kayak gini.
Kurang bahagia? Itu karena selalu melihat ke atas. Atuhlah cangkel dongak terus. Makanya sering-sering lah ke bawah. Tapi jangan terus menerus ke bawah, nanti ikutan capek juga.
Ke atas dan ke bawah haruslah seimbang.
Ke atas, agar selalu semangat dalam menjalani hidup. Menuntut ilmu, mencari kerja, dan menebarkan kebermanfaatan sesuai dengan petunjuk dan ridho Alloh.
Ke bawah, agar selalu ingat apa yang telah di dapatkan sekarang ini yang membuat kita menjadi orang yang selalu bersyukur dan terus berfikir. Bukan untuk maksud menyombongkan diri atas apa yang telah dicapai.

#RefleksiDiri

Jumat, 04 November 2016

Tersadar

Semakin banyak kritik dan saran terhadap diri ini membuat ku kembali tersadar akan masih kurangnya diri ini
Sering ku bolak balik lagi, ku baca lagi apa yang pernah mereka pikirkan tentang diri ini
Membuatku kembali untuk berdiri seakan terdapat energi yang mampu menggerakan sebuah sistem
Membuatku kembali mengulurkan senyuman bahagia akan hal hal bodoh yang pernah dilakukan
Membuatku merasa ingin menjatuhkan air mata akan bodoh dan khilaf yang pernah dilakukan
Walaupun tak sedikit, setelah melihatnya aku tiada tahu harus berjalan ke mana
Namun, hidup harus tetap berjalan.
Semakin hari, semakin banyak yang harus dilewati
Entah bagaimana, aku harus mengisinya di dalam hidup.
Berharap ada di setiap celah dapat kusisipkan benih-benih yang mampu tumbuh dengan baik.
Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai untuk memanfaatkannya dengan sebaik mungkin adalah KESEHATAN dan WAKTU LUANG. (HR. Bukhori)

Kamis, 20 Oktober 2016

Harapan

Jikalau harapan itu memang benar adanya, sudah banyak hal yang ingin aku lakukan nantinya.
Namun, jikalau harapan itu hilang mungkin aku akan sedikit kecewa.
Aku pun tahu, dalam sebuah kesempatan harus ada kesiapan hati dan jiwa untuk menerima keputusan yang akan datang.
Berharap, aku berharap itu menjadi suatu harapan yang akan menjadi nyata.
Apakah ini hanya angan-angan?
Ah, tidak boleh seorang manusia hanya memiliki angan-angan.
Harapan dan angan-angan bagiku adalah hampir sama.
Harapan, suatu angan-angan yang dibarengi dengan usaha sebelumnya. Tapi bagiku akan menimbulkan suatu rasa yang tertinggal.
Angan-angan, hanya khayalan. Tanpa berbuat sesuatu. Ingin itu, ingin ini.
Tapi bagiku, tetap saja antara harapan dan angan-angan beda tipis adanya.
Ku berharap, harapanku bukan hanya sekedar angan-angan belaka.
Ku berharap, harapanku akan menjadi sebuah nyata.
Ku berharap, harapanku akan menjadi sebuah pijakan.
Pijakan dalam mengambil suatu keputusan.
Keputusan yang membuat hati dan jiwa selalu dalam jalan yang benar.
Benar dalam ketaatan menuju ridho Alloh dan Rosul-Nya.

Kamis, 29 September 2016

Kismun

Persahabatan antara aku, kamu, dan dia. 
Di mulai semenjak di bangku aliyah dan berada di pondok yang sama. 
Awal berada di perantauan di Cirebon, saya berhasil menetap di Pondok Pesantren Hidayatul Ilmi (HI) yang dipimpin oleh Kyai Marzuki Jamzuri. Kyai Marzuki dulunya temennya bapak saya pas jaman dulu pernah ngaji bareng. Nah, makanya aku bisa di sana. Di pondok HI hampir selama 10 bulan. Berada di sana, banyak sesuatu yang dapat di belajari, bertemu dengan orang-orang yang hebat, dan bersahabat.
Jangan salah di sana saya punya geng namanya kismun (Kiki, Aisyah, Mumun). Hahaha.
Bagaimana asalnya kami bisa bersahabat, mungkin berdasarkan persamaan nasib kali ya.
Dari mba Kiki, saya dapat belajar arti keikhlasan dan kedewasaan. 
Dari mba Aisyah, saya belajar arti dalam menghadapi masyarakat dan berorganisasi. 
Mereka berdua selalu mengajarkan dan meluruskan ketika saya berbuat kesalahan. Aku sudah pernah berkunjung ke rumah mereka. Tapi sekarang aku udah lupa rumahnya mba Aisyah karena jauh sih.
Dan di sana pula, saya mengenal ustadz Sholeh, ustadz Zaki, dan ustadz lainnya (ada ustadz dari pondok Jambu), serta mr. Faiz yang mengajarkan Bahasa Inggris. Terimakasih.

Selamat buat mba Kiki yang sudah menikah, Barokalloh ya mba :) Sakinah, Mawaddah wa Rokhmah ^_^ 

#JanganBaper

Senin, 26 September 2016

Sahabat Seperjuangan

Alay juga judulnya? Hehe, tiada mengapa kalo sekali mah. Awalnya, aku kenal dia sejak di MAN Ciwaringin Cirebon(MAN 2 Kab. Cirebon). Lebih tepatnya karena kita sekelas. Combolay. Tempat dimana aku menemukan keluarga baru ketika di Cirebon. 3 tahun bersama 32 penghuni di kelas IPA. Tak pernah sedikitpun bosan menceritakan tentang kalian (Combolay). Jadi mau gimanapun emang kita semua akrab dari awal. Awal akrab banget dengan dia di kelas 2. Saat itu mau ada olimpiade gitu. Aku, dia dan ada satu orang lagi  di tempatkan di bidang Kimia. Entah sejak kapan aku jadi di kimia. Maaf kali ini gak nyebutin nama dikarenakan mereka cowok semua, takut terjadi sesuatu. Hihihi, sudah terlalu pede nian aku ini. Tapi mungkin temen temen yang lain, barangkali tentu sudah mengidentifikasi bahkan sudah mengenal orang yang aku maksud. Oh ya, dia di Polban (Politeknik Negeri Bandung) dan yang satu lagi di UGM (Universitas Gajah Mada).
Setelah itu, kami bertiga jadi sering main bareng, nginep bareng (eits ini nginepnya di rumah guru ya), makan bareng, bahkan pernah bolang bareng ke rumah kakak kelas yang dulunya lanjut di STAN buat minjem buku kimia kimia gitu (yang dipinjem bukan kimia aja sih, fisika bahkan matematika juga). Sebenernya gak cuma bertiga aja mainnya, kadang lebih sering banyakan. Hehehe.
Setelah lulus dari aliyah, hanya aku yang tidak meneruskan ke kimia. Padahal, sebelum keterima di ITB, aku sempat keterima di kimia. Tapi apa daya, Alloh belum memberikan izin.  Alloh selalu memberikan rencana yang indah bagi orang yang mau bersabar dan bersyukur. Insya Alloh.
Alhamdulillah juga, di Bandung masih ada temen yang dulu aliyahnya bareng, tepatnya di UPI, Uin Bandung dan salah satunya dia.
Jadilah aku sering mainnya sama dia.
Jalan hanya karena sudah penat dengan kuliah, curhat gak jelas, dan kadang ketawa gak jelas. Serba gak jelas.
Sampai sekarang pun masih.
Terimakasih sudah menemani perjuangan.
Terimakasih telah menjadi sahabatku.
Selamat atas wisudamu, Sabtu, 24 September 2016.
Selamat atas dunia baru yang telah kau dapatkan, semoga betah, barokah dan yang terbaik.
Doakan sahabatmu ini, cepat menyusul dan dapat berjalan di jalan yang ditentukan.
Aamiin.

*Semoga kamu gak baca tulisan ini. Kalaupun baca, langsung abaikan saja ya ^_^

Sabtu, 24 September 2016

Aku, Kamu, Mereka, Metamorfosa

Duduk, Berdiri dan Melangkah merupakan rangkaian dari metamorfosa untuk mencapai kesuksesan.
Telah lahir dan menuju dunia yang akan membuka cakrawala lebih luas dan indah. Itulah sebuah metamorfosa dunia.






Kamis, 11 Agustus 2016

Greget

Indonesia.
Yang di dalamnya terlalu banyak cerita.
Cerita suka, sedih, marah, iba, takjub dan segala bentuk emosi mampu mewakilkan penggambaran Indonesia.
Tangan ini belum mampu untuk mendobrak pintu yang sengaja selalu ditutupi.
Lidah ini belum mampu menyeruak ke permukaan hingga bibir ini hanya bisa membisu
Jadilah sunyi.
Seakan aman-aman saja negeri ini.
Cerita ini telah terjadi dari kalangan bawah sampai kalangan atas.

Kamis, 28 Juli 2016

Sahabat berbagi

Di semester kedua di asrama Salman ITB, saya bersama ketiga orang yang luar biasa yang mampu membuat diri ini menjadi nyaman untuk sekedar melepaskan penat sewaktu kuliah, tugas, atau kegiatan yang ada.
Ya, mereka adalah Hana Fauziah Puschy Dae dari Cilacap, Devi Imulia Dian Primaskun dari Baleendah, dan Azalia Shafira dari Lampung. Mereka ngampus di ITB. Hana jurusan Teknik Lingkungan 2013, Devi jurusan Matematika dan Azalia dari SBM Manajemen 2014. Walaupun sekarang kami telah berpisah dan tidak bersama, setidaknya kami masih sering menyapa, atau sekedar spam di grup (lebih sering aku sih).
Dulu, kamar kami selalu paling berisik (padahal udah ditutup di pintu). Mungkin itu sebuah ungkapan pelampiasan akan kegiatan sehari-hari, Selain itu, kamar yang sering komplit kalau sore menjelang. Selalu aja ada orang di kamar. Kuliah, langsung berbaring di kasur yang di bawah. Tak jarang, sering terjadi perebutan kasur bawah (saya salah satu yang tertindas, hahaha). 
Masih ada lagi, hobi kami makan. Berhubung, salah satu di antara kami yaitu Devi yang hobinya masak, jadilah kami terbawa untuk menjadi penggiat masak untuk mendapatkan makanan yang diinginkan. Seringkali, kami masak buat kamar. Walaupun hanya sekedar mie rebus.
Mengingat kalian, aku terkadang ingin segera berjumpa.
Selamat sukses, menemukan kehidupan yang selalu membuat hari-hari yang indah dan bermakna.
Dimanapun berada, tetaplah menjadi seseorang yang bermanfaat.
Selamat menikmati indahnya perjuangan ^_^



Selasa, 26 Juli 2016

Hanya sementara

Aku hanya pergi tuk sementara, ku tinggalkan kampung halaman tercinta.
Takkan lama.
Iya saat kembali ke Bandung, seakan sudah lama sekali kumeninggalkannya.
Udara sejuk Bandung mampu menghangatkan panasnya perjalanan  yang melelahkan

Selasa, 05 Juli 2016

Kacau balau Brebes

Setelah  diresmikan jalan tol yang berada di Brebes yang pintu keluar tepatnya di desa Limbangan telah mengacaukan segalanya. Menurutku, peresmiannya terlalu mendadak yang hanya mengejar kebutuhan arus mudik maupun arus balik.
Sudah 3 hari sholat tarawih di mushola yang dekat rumah saja, tidak pernah fokus. Merasa terganggu dengan adanya lalu lalang para pemudik yang menggunakan motor maupun mobil yang bunyinya terkadang memekakan telinga. Aku tahu mereka mencari jalur alternatif tapi yo mbok yo tetep sopan di jalan kampung begitu dengan alon-alon asal kelakon. Loh iki malah banter lan kenceng.
Ini juga, saat mau pulang dari acara bukber MTs, jalannya harus ke samping.
Cari jalur alternatif. Sama saja hasilnya.
Balik lagi. Ditempuh dengan waktu yang lama.
Parah pisan, jalan yang harusnya ke arah barat telah diambil alih buat ke timur.
Jadilah 4 jalur ke arah timur. Tapi tidak ada tanda-tanda terurai kemacetan sedikitpun.
Turun lah hujan, ikut menyejukkan.
Fenomena harga bensin yang tidak karuan mahalnya. 20-50 ribu rupiah. Terlalu sekali. Apakah ini momen memanfaatkan atau bisa melihat betapa hausnya daerah Brebes?
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya ya walaupun macet paling hanya di beberapa titik tertentu seperti pasar Bulakamba yang tidak menimbulkan kemacematan yang sangat lama dan panjang.
Tradisi mudik tahun ini, sungguh melelahkan.

Sabtu, 02 Juli 2016

Beberes

[Beberes]
Eh, ketemu lagi dengan kutub.
Kembali.
Ternyata banyak makna yang terlewatkan, loncat ke sana ke mari.
Mungkin pada saat itu terkantuk bahkan tertidur pulas, atau karena cepat sekali bak kereta api.
Bahkan ketika dibaca lagi "Aduh ini dibaca apa lagi", padahal itu goresan tinta sendiri.
Banyak pula lembaran yang masih belum tersentuh oleh tinta.
Tak itu saja, terdapat pula yang tidak tersentuh sedikit pun, hanya sekedar memiliki.
Oh, bahkan aku punya tiga jenis yang sama. Kemanakah saat itu, mungkin terlalu malas untuk mencarinya di antara tumpukan yang lain.
Dibaca sekilas, ah iya benar juga.
Tidak cukup dibaca sekali, butuh berkali-kali agar bisa memahami.
Mungkin akan ada sesuatu yang terlewatkan tanpa disadari.
Ilmu.

Jumat, 24 Juni 2016

Merasakan kembali kesejukan

Kembali ke Masjid Salman, membawa ketenangan sendiri di hati ini.
Rasa rindu yang sangat di nanti, selama ini jarang sekali
Apakah jarak yang jauh yang mampu memisahkan?
Perasaan enggan selalu merayapi
Tangga tanggapun seraya mengamini
Puasa terkadang menjadi sebuah alasan
Itu semua bisa saja terjadi.
Namun karena kerinduan ini yang sudah tak terbendung lagi, semua hilang begitu saja

Rabu, 15 Juni 2016

Sidang, Alhamdulillah...

Perjalanan mengerjakanmu sungguh lah panjang, hampir satu semester untuk menjadikanmu dan mewujudkanmu... Our Anugrah, Our Nunu...
Bersama dengannya, my Partner Putu Ayustin Suriasni pada akhirnya kita bisa menyelesaikanmu.
Dan kemarin adalah hari dimana kita bisa mempresentasikan Our Nunu di depan para pembimbing, penguji dan temen-temen.
Rabu, 15 Juni 2016 pukul 13.00 yang bertepatan dengan 10 Romadhon 1437.
Terimakasih kepada kawan-kawan Metrologi Instrumentasi 2013 yang telah menemani 3 tahun di Bandung, teman-teman Optik atas kerjasama, saling menyemangati, dan saling membantu.
Teman-teman di paguyuban GAMA-TB, Eko yang sudah menyempatkan hadir dan Hirzan
Terimakasih kepada teman-teman yang pernah kenal sama saya atas doa dan semangatnya...

Telah sidang, Alhamdulillah.
Semangat revisi, biar bisa cepat pulang.






Senin, 06 Juni 2016

Masih ketemu Adik-adik Darul Ulum

Senin, 6 Juni 2016 bertepatan pula dengan hari pertama puasa pertama di bulan Romadhon 1437H.  Alhamdulillha.
Ada yang spesial di pagi hari? Apakah itu?
Ketemu Adik-Adik Lucu Darul Ulum
.

Jumat, 05 Februari 2016

Ajarkan aku arti keikhlasan

Ikhlas, mudah diucapkan tapi begitu sangat sulit untuk dilakukan.
Melakukan perbuatan atau perkataan, masih terdapat rasa untuk dimengerti ataupun untuk diperhatikan.
Rasa itu muncul dengan sendirinya, menyelinap di antara penyakit-penyakit hati..
Karena merasa keadaan yang memaksa atau sudah tidak ada lagi..
Maka terselip kata terpaksa yang seharusnya tak pernah muncul
Atau karena aku tak mau mengganggu mereka
Atau merasa enggan untuk mengerjakannnya
Begitu banyak rasa dan banyak hal yang sengaja untuk dijadikan alasan untuk menyombongkan diri
Menumbuhkan perasaan ujub yang tak terbendungkan
Keji dan hina jiwa ini
Merasa paling benar dan paling baik
Tidak, jiwa ini hanyalah manusia yang penuh dengan kebohongan dan kehinaan
Mereka yang jauh lebih baik dan lebih taat dalam melakukan kebaikan
Lebih pantas untuk mengerjakan yang sepantasnya dilakukan oleh mereka
Bukan aku yang mendapatkannya

Tolong selamatkan jiwa ini dari hinanya kesombongan jiwa
Tolong ajarkan arti dari keikhlasan yang sebenarnya


Sabtu, 09 Januari 2016

Kicauan Dahulu, Facebook

Tetiba saja ingin membuka postingan di facebook, semenjak aku bergabung dengannya.
Tulisan apa saja yang telah aku torehkan, dari yang hanya menyapa "Pagi ; kesal deh ; bosan ; suka nge wall orang ; cerita gak jelas ; curhat yang gak jelas juga; nyuplik perkataan dari buku, orang, atau dari manapun terkadang; curhat lewat pengandaian biar orang bertanya-tanya; dan masih banyak lagi yang pernah di lontarkan.
Kesemuanya bisa membuat tertawa, geli, sedih, kok bisa sih bikin begitu, ah sok inggris, sok gaul dah, cupu banget post, sok perhatian, dan begituuu....
Begitu banyak emosi dan rasa yang telah dicurahkan..
Ternyata facebook telah menemani saya semnjak 2009 yang bertepatan ketika saya masih duduk di kelas 9 MTsN Model Brebes.
Jaman internet sedang booming. Masih inget banget dulu, dikenalkan internet gara-gara tugas KIR dari Pak Eko dan Pak Saiful yang TOP banget ngajar komputer, semoga beliau diberi kesehatan. Berangkat dari sana, seneng banget kalau ke warnet. Langsung heboh mainan multiply, friendster, sekedar main game kayak solitare yang hits banget dan ...
Jaman MAN (atau SMA), pondok tidak menjadi rintangan untuk ke warnet.
Apalagi tahun pertama, warnetnya deket sama pondok. Di sekolah ada WiFi. Kurang apalagi coba, hehehe.
Sampai ada slogan yang dibuat sendiri, "Canangkan 1 minggu, 2 jam ke warnet", haha keren kan.
Ke warnet, gara-gara gak boleh yang namanya bawa hp ataupun laptop dan menghilangkan kebosanan.
hehehe.
Cuman ketawa doang dah ini.
Pas kuliah, facebook telah tergerus oleh Line dan Whatsapp, itu mah kalo saya. Twitter aja udah mulai ditinggalkan. Jadi kebanyakan.
Buka facebook, jarang banget bikin yang namanya status. Cuman sekedar liat ada notif, pesan, sama status orang kadang cuman scanning aja liatnya.
Tapi dari sekian banyak sosmed, facebook yang paling bisa diandalkan karena sosmed yang pertama kali yang dipunya, jadi udah banyak temannya.

Selasa, 22 Desember 2015

Celotehan di pagi hari

Sudah hampir setengah tahun berada di asrama putri Salman tepatnya 5 bulan.
Begitu dirasakan betapa beruntungnya aku bisa berada di asrama di tahun terakhir aku berada di Bandung dalam rangka menuntut ilmu.
Jiwa ini merasakan kesejukan dan kenyamanan dalam menikmati indahnya sebuah perjuangan.

Jumat, 02 Oktober 2015

Masa bodohku...

Akhirnya aku mendapatkan akibat dari sifat masa bodohku.
Mungkin kah aku kurang peka? Menganggap suatu hal biasa aja? Suka mengabaikan? Atau apapun itu?
Yah, mungkin aku terkadang atau bahkan sering. Dan akhirnya, aku merasakannya..... -_-
Sungguh, begitu merasa "arrggghh, bodohnya aku atau aku sungguh tak berguna".
Hingga aku baru tersadar, dan aku pun ingin menangis. Betapa aku ini.
Merasa sangat bersalah, atas sifat masa bodohku ini aku telah melalaikan kewajibanku kepada negara dan orang tua. Berapa dosa yang aku tanggung atas hal ini.
Berikanlah, hamba petunjuk agar selalu di jalan Mu ya Alloh. Luruskan niat atas apa yang aku lakukan.
Hikmah dari sifat masa bodoh yang mengakibatkan tak masuk kuliah.