Basmallah

Jangan lupa dalam melakukan sesuatu diawali dengan bismillah.

Tunaikan selagi mampu

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Jumat, 22 Agustus 2014

Seribu Cahaya Untuk Indonesia

Mimpi merupakan hal yang terindah yang harus dimiliki oleh setiap insan. Mimpi perlu ditanamkan sejak kecil supaya mimpi itu dapat terwujud kelak di suatu saat nanti dan mampu memberikan semangat serta harapan yang akan mengisi di setiap hari-harinya. Dengan kegiatan Seribu Cahaya Untuk Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat dan harapan untuk anak-anak.

Seribu Cahaya Untuk Indonesia merupakan suatu kegiatan social untuk memberikan secercah harapan dan mimpi-mimpi untuk anak-anak yang dari panti. Mereka tak perlu takut akan yang namanya cita-cita, walaupun itu sangatlah tinggi. Tinggi setinggi angkasa. Banyak di sekitar kita yang mempunyai kondisi yang sama dengan mereka, kurang mampu dalam hal ekonomi bahkan tidak mempunyai orang tua. Namun, mereka dapat mengatasi semua masalah itu semua.  Bagaimana dengan kita? Harusnya kita harus lebih jauh dari mereka. Akan kah kita kalah dengan mereka yang terus bersemangat tanpa mengingat suatu kekurangan yang mereka miliki?

Kegiatan ini memberikan seribu manfaat kepadaku akan megenal anak-anak, memberikan rasa saling berbagi, dan mengerti akan artinya sebuah keluarga. Aku dikelompokkan dengan keluarga Kodok yaitu ada Kak Wendi, Teh Fitri, Khanza, Anna, Nana, Atika, Dinia, Cita dan Wulan.  Aku diamanahkan juga membimbing 3 orang adik yang sangat ceria dalam setiap moment yang berlangsung. Mereka itu Ajiz, Epul dan Arman. Serta Mereka itu memang luar biasa. Mereka dapat bersatu layaknya sebuah keluarga, walaupun sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain. Dan aku mulai mencoba memahami akan kondisi mereka.

Di Seribu Cahaya Untuk Indonesia benar-benar memberikan seribu manfaat yang tidak aku dapatkan sebelumnya.

Selasa, 22 Juli 2014

Keluarga Baru di Indahnya Berbagi P3R 1435H

Terkadang ini rasanya sebuah mimpi bisa berkenalan dengan kalian. Terkadang aku juga tak tau mengapa aku bisa berkenal dan akhirnya menjadi sebuah keluarga. Upps, aku nganggep kalian keluarga baru yah, gak tau dengan kalian. Aku sih yes ^_^ hahaha.
Awalnya aku ikut P3R 1435H Salman ITB hanya karena tidak ingin cepat pulang, tidak terlalu lama di rumah nantinya dan pengen memberikan yang bisa aku lakukan untuk Salman karena Salman telah memberikan banyak hal untuk aku. Dan kenapa aku memilih indahnya berbagi? Ya, karena aku ingin menikmati jalan-jalannya. Itu niat awal. Ternyata tidak hanya sekedar niat, aku mendapatkan sesuatu yang lebih di Indahnya Berbagi.
Jadi aku putuskan untuk mendaftar di Indahnya Berbagi dengan Kasubdiv Fachry. Sekian pertemuan aku gak pernah ikut kumpul, ya karena terbentur dengan kuliah yng masih berjalan sedang yang lain sudah selesai sejak bulan Mei. Asyik kan? OK, aku baru ikutan kumpul selesai benar-benar selesai semua tuh kuliah(habis UAS) dan aku baru tau acaranya sendiri tanggal 10-12 Juli 2014. Aku harus rela mendekam dalam Bandung, kosan, kamar, masjid Salman selama 2 minggu. Hehehe.
Oya, perlu teman-teman tau aku masuk di Sembako murah dan Buka Sahur bersama. Selain itu, masih ada pasar murah, logistik, renovasi mushola dan masih banyak yang lainnya.
Sebelum menuju hari yang ditunggu, kami telah disibukkan dengan mondar mandir ke sana-sini. Kalo aku sih lebih sering masuk keluar supermarket, keren kan? Ya mau gimana lagi. Harus bisa membandingkan harga dan patut bisa menawar.


Rabu, 09 Juli 2014

Berburu surat suara



Gini sob, aku mau cerita kronologinya dulu. Seb Jadi, pas tanggal 30 Juni 2014 aku udah ke salah satu lembaga yang menampung pindah DPT gitu. Tapi, aku belum beruntung katanya sudah tutup (keselnya tuh, di pengumuman sampai tanggal 30 Juni harusnya gak usah pasang2 gituan lagi dah). Terus temen juga udah ke kelurahan dan kecamatan juga gak bisa. Ya udah lah jadi aku udah males ngurusnya lagi. Efeknya, paling males dengerin “aku bingung mau pilih siapa”, “aku besok mau pulang, buat nyoblos”, dan banyaklah. Dalam hati yang terdalam, sedalam samudera (aku belum pernah nyoblos) paling-palinng nyoblos ketua osis dan ketua unit. Udah itu aja. Sedih kan?
Selumnya aku udah berusaha dulu ya,bukannya aku terlalu males.
Nah, sehari sebelum pemilihan kata temen masih bisa kok, tinggal print A5 dari DPT asal. Ya udah aku minta aja orang rumah buat ngirimin ke e-mail. Itu aja lamanya minta ampun. Tau sendiri lah, masih belum pada ngerti. Oke lah, masalah pengiriman udah selesai.
Pagi ini, aku sama temen berkoalisi buat cari TPS yang mampu menerima kami yang malang ini. Dari TPS ke TPS, kami di tolak. Suruh KPPSnya langsung atau ke kelurahan minta surat rekomendasi.  Mungkin ada 7 TPS yang kami sambangi. Lalu dapat rekomendasi di KPPS suruh nyari di daerah lain. Namun saying sekali, temenku ini gak bisa gara2 surat yang dia print C6. Jadi dia gak bisa, seharusya A5.  Oke lah, aku turutin. Dan Alhamdulillhanya ada kakak tingkat yang pake motor yang dapat TPS di sana pula. Ya udah lah ikut nebeng aja. Pas di daerah lain juga begitu, ditolak kembali. Terus sebelumnya ada temen yang dapet di daerah dago juga dan aku minta tanyain ke TPS dia masih ada surat suara yang sisa apa gak. Akhirnya ada. Dan kami langsung capcus ke sana. Di sana disuruh ke kelurahan dulu. Padahal tau gak sob, sebelum ke TPS itu, kita udah ke kelurahan itu juga. Di sana udah banyak orang yang pada ngantri (gak tau lagi pada ngapain). Ya udah lah, intinya aku udah dapet rekomendasi dari ke kelurahan buat di TPS itu. Alhamdulillah, untuk yang pertama kalinya aku dapat menyoblos dengan harapan untuk pemimpin negeri ini.

Berjumpa dengan sang penggerak

Kemarin di acara irama P3R 1435H di masjid Salman menghadirkan pak Ricky Elson. Pasti kalian tau lah siapa beliau? cari sendiri aja ya, banyak kok di mbah google. Hehehe.
Pertama kali aku tau ini itu dari temenku, Jeanne Isbeanny. Dia pernah bikin tautan tentang beliau. Dan memang bener, beliau itu memang inspiratif dan ahli teknologi motor penggerak listrik . Dan akupun benar-benar melihatnya dari dekat. Dengan keisenganku, aku nge-whatsapp si Jen "Eh, ada pak Ricky Elson loh :-P ". Dan dia bilang, ngefans banget sama beliau. Percaya kan, bahwa beliau itu hebat. Buktinya temenku aja bilang gitu.
Beliau berbagi pengalaman dan kehidupan sampai menuju negeri sakura. Beliau tak menyangka bisa sampai ke sana. Beliau hanya bermodalkan keyakinan yang benar-benar kuat dan memang bisa walaupun belum pernah mencobanya sekalipun. Beliau selalu yakin bahwa Alloh tak pernah tidur, Dia selalu mendengar apapun yang hamba-Nya pinta. Alloh selalu menguji hambaNya sehingga akan meningkat pula keimanannya, dan pastilah Alloh selalu memberikan jalan keluarnya.
Beliau mengatakan bahwa di Jepang itu yang namanya ngeyel itu penting. Dengan mengeyel itu pasti ada yang namanya kekurangan, keluhan dan kesalahan. Sehingga orang akan memperbaiki apa yang dieyelkan. Begitu katanya.
Dan satu hal yang paling aku ingat yaitu " Jika sedetik itu juga motivasimu turun, maka detik itu pula turunlah moralmu. Dan ketika kamu tahu suatu hal, maka akan ada tanggung jawab di pundakmu"