Basmallah

Jangan lupa dalam melakukan sesuatu diawali dengan bismillah.

Tunaikan selagi mampu

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Minggu, 05 September 2021

Sharing about Zero Waste

 Jujur, aku tidak terbiasa show up di media sosial terlepas dari tujuan apapun.

Namun dengan adanya tugas ini, rasa untuk membagi sedikit ilmu yang didapat dari para fasilitator dan narasumber perlu untuk diestafetkan karena perlunya bahu saling bahu agar bumi tetap dalam keadaan baik.

Setelah beberapa kali, feed ig yang biasanya hanya tiga gambar berupa biru dan hijau, kini lebih berwarna.

Jadi teman mengatakan telah tertarik dengan postingan di ig. Hal seperti ini, rasanya senang, berarti aku tidak sendiri. Kita saling bertegur sapa dan menceritakan apa yang kita saling tahu. 

#belajarzerowaste #kelasbelajarzerowaste2021 #kelasbzw2021 #bzwbatch10





Minggu, 25 Juli 2021

Belajar Zero Waste

Kali ini, aku ingin menceritakan bagaimana mengikuti sebuah kelas dimana aku belajar bagaimana bertanggung jawab akan sisa konsumsi yang kita gunakan. Kita harus benar-benar menemukan sebuah alasan agar kita mampu lebih bijak dalam memakai dan mengelola sisa konsumsi. 
Berawal dari mengikuti instagram nya Bu Dini (https://www.instagram.com/dkwardhani/) mungkin sudah 2 tahun lamanya, aku menemukan banyak hal yang menarik dan membuat sedikit hati ini untuk bergerak untuk diri sendiri. Apa yang dilakukan bu Dini sangat luar biasa sekali. Aku jadi sering tertarik akan hal yang berkaitan dengan lingkungan. Kemudian mengikuti akun-akun lainnya yang berhubungan. Sehingga dalam cita-citaku, aku ingin mempunyai sebuah small garden home, dimana apa yang keluar dari rumah akan kembali ke rumah kembali. Sudah membuat wishlist yang ingin aku terapkan nanti. Ini masih sebuah wacana belaka. Hingga pada akhirnya, aku merasa terpilih dalam sebuah kelas kecil yang membangkitkan semangatku untuk segera bergerak bersama teman-teman kecil, ya walaupun harus dimulai dari sendiri. Sungguh, ternyata ini sangat berat bagiku. Mulai dari mencegah dan bertanggungjawab. Semua ini harus dimulai dari kesadaran. Namun, bergerak perlahan tak menjadi masalah. Karena semua hal membutuhkan sebuah proses, karena kita sudah terlalu disuguhkan dengan sebuah kemudahan. 
Lalu kita mulai sejenak mengingatkan kembali, bagaimana peran kita di bumi ini. 
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan Khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 30).

Selasa, 13 April 2021

Ramadhan 1442 H

Ramadhan kali ini rasanya berbeda sekali. 

Ramadhan kali ini, masih tetap berada di perantauan. Namun di perantauan yang berbeda, di Batang.
Sebuah Kabupaten yang diapit oleh air dan perbukitan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Kendal. Kabupaten yang sepertinya tak jarang orang yang mengenalnya. Terkenal dengan alas roban nya. 

Jaraknya sekitar 100 km dari tempat saya berada sekarang ke rumah orang tua.

Di Batang, saya merasakan lingkungan yang berbeda sekali namun masih terasa hangat layaknya berada di rumah.

Di Batang, saya tidak mempunyai kenalan. Saya seorang diri, beradaptasi kembali mulai dari awal menjadi pribadi yang baru dan meneruskan perjalanan kehidupan.

Sendiri, bagiku hal yang sudah biasa dilakukan namun terlalu banyak kenangan yang sudah mengisinya sehingga masih ada perasaan enggan untuk menapaki hal yang lebih baru.

Tidak terasa, sudah hampir 4 bulan berada di Batang.
Selamat datang, di Kabupaten Batang.

Selamat menikmati indahnya perjuangan ^_^

Senin, 28 Desember 2020

Hanya Aku

Menjadi aku, begitu susah
Aku saja sering menjadi payah menangani diri sendiri
Jangan melakukan ini, dan tetap akan melakukannya
Sedih, ketika hanya aku yang ingin
Sedih, kalau keinginanku yang akan membuat berantakan
Sedih, menerima dan berusaha menenangkan diri
Agar tidak bersedih dengan dialog yang sedang dimainkan
Berharap tak pernah muncul, tapi dia selalu mengintip di antara jarak
Sedih, dan hanya aku.