Basmallah

Jangan lupa dalam melakukan sesuatu diawali dengan bismillah.

Tunaikan selagi mampu

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Sabtu, 12 Desember 2020

LFD ITB

Hampir 4 tahun 1 bulan, saya telah mengisi kenangan bersama di LFD ITB (Laboratorium Fisika Dasar) Institut Teknologi Bandung, mulai dari 1 November 2016 sampai 12 Desember 2020. Walaupun jauh sebelumnya sudah pernah berada di ITB sejak 2013.

Bagiku, LFD salah satu bagian tempatku tumbuh dan berkembang menjadi bagian dari manusia. 
Menjadi salah satu bagian keluarga semenjak berada di perantauan.

LFD, seringkali hilir mudik silih berganti orang yang memasukinya, tapi kami merupakan bagian yang tetap selalu berada di sana. Dari yang sebelum ada aku, hanya terdiri 4 orang. Dan tak lama kemudian di tahun 2018, bertambah 2 orang. 

Kami, 7 orang telah melewati banyak hal mulai dari drama, suka dan cita :D

Kemudian, lambat laun terjadi perpindahan. Dan aku menjadi penutup dari jumlah yang sebelumnya tidak ada aku.

Terima kasih LFD, terima kasih Bandung ^_^

Jumat, 02 Oktober 2020

Merasa sendiri

Tiba-tiba menjadi merasa sendiri
Memang harusnya begitu
Bisa sendiri
Yang menjalanipun sendiri
Tidak ada hubungan
Jadi cukup sendiri dan tak perlu khawatir
Karena akan ada yang selalu Menjaga di setiap tindakan

Rabu, 02 September 2020

Pemberian

"Kamu mau minta apa, bilang aja. Nanti, saya yang beliin".

Kalimat itu yang dia lontarkan.

Tidak ada yang salah tentang memberi dan meminta. Jadi ingat tentang sebuah nasihat "lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah".

Ini bukan berarti kita tidak menghargai atau menolak atas tawaran orang lain atau sebagainya, tapi maksud kita adalah agar tidak saling membebani.

Banyak jenisnya perihal pemberian, mulai dari hadiah, shodaqoh, infak, wakaf, dan warisan. Namun, konteks tujuan dan hukumnya menjadi beda.

Selasa, 01 September 2020

Lagi dan lagi

Lagi dan lagi,

Aku tidak pantas dan tidak berhak menjadi bagian dari yang lain.

Merasa menjadi bagian yang tidak bermanfaat, tidak berhak terhadap apapun, tidak boleh berharap dan menggantung kepada yang lain, tidak boleh mengganggu dan selalu menjadi kerdil.

Semua itu selalu memenuhi dalam pikiran.

Dan akhirnya ketika tersadar, hanya bisa menahan dan terdiam. 

Sudah terkumpul menjadi bukit-bukit kecil yang menjadi tempat penyakit hati.

Terkadang, bilang untuk tidak memperhatikan itu lebih baik dan akan menjadi sadar untuk menjauh dan menghilang sedikit demi sedikit dari jangkauan yang lain.

Lebih mudah kalau itu adalah sebuah fakta, bukan hanya perasaan-perasaan yang tabu.

Itu akan lebih menerima.

Jadilah cahaya, minimal untuk diri sendiri.

Jadilah cahaya, yang muncul dari dalam diri sehingga dapat mengikis penyakit-penyakit dalam hati.